Hamparan danau dengan latar belakang Gunung Batur Geosite 5, salah satu dari 28 geosite di kawasan geopark Kuburan tradisional di Desa Terunyan Salah satu komuditas hortikultura di kawasan geopark


Desa Trunyan sebagai bagian dari kecamatan Kintamani yang terletak di tepi danau Batur atau di sebelah barat kaki gunung Abang. Penduduk desa ini adalah keturunan asli Bali Age.Untuk mencapai desa ini dengan menggunakan boat dari desa Kedisan menyeberang danau Batur selama ± 30 menit.Sekarang desa ini sudah bisa dicapai melalui jalan darat melewati desa Kedisan.

Nama desa Trunyan berasal dari kata Taru dan Menyan yang artinya pohon berbau harum yang tumbuh di desa itu. Penduduk disana percaya bahwa pohon tersebut dapat menghilangkan bau busuk dari mayat yang dikubur di bawah pohon tersebut.Sehingga orang yang meninggal tidak dikubur, tetapi diletakan saja di atas kuburan di bawah taru menyan tersebut dengan wajah terbuka dengan hanya memakai kain putih dan Ancak saji. Di mana cara penguburan ini disebut Mepasah

Di desa ini juga terdapat pura yang unik yang bernama pura Pancering Jagat. Dimana di dalam pura ini terdapat patung raksasa yang tingginya 4 meter, yang diberi nama Arca Da Tonta atau Ratu Gede Pusering Jagat Upacara di pura ini jatuh pada Purnamaning Sasih Kapat sekitar bulan Oktober. Dalam beberapa kesempatan terutama pada saat piodalan di pura ini dipentaskan tarian Barong Brutuk untuk memperingati hari ulang tahun pernikahan antara Ratu Sakti Pancering Jagat penguasa desa ini dengan Ratu Ayu Dalem Pingit ( Ratu Ayu Dalem Dasar ). Tarian ini ditarikan oleh dua orang penari dengan pakian yang khas dengan gerakan yang unik yang memancarkan tarian sakral.

Pemanfaatan Potensi:

  • atrakasi wisata budaya,
  • wisata kuliner.