Hamparan danau dengan latar belakang Gunung Batur Geosite 5, salah satu dari 28 geosite di kawasan geopark Kuburan tradisional di Desa Terunyan Salah satu komuditas hortikultura di kawasan geopark



POTENSI INVESTASI
 “BUDAYA DAN KULINER

 

 

Pagelaran atraksi wisata ini diadakan pada hari-hari tertentu (terjadwal). Atraksi yang digelar seperti misalnya:

1)  Aktivitas prosesi upacara manusia yadnya dari berbagai desa di kecamatan Kintamani.
2)  Aktivitas prosesi festival Anjing Kintamani dari masing-masing desa di kecamatan Kintamani.
3)  Aktivitas Seni Gambelan dan pertunjukkan dari desa-desa yang ada di kecamatan Kintamani.
4)  Pagelaran sejarah raja-raja di Kintamani dan Bangli dan lain-lain sesuai dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Bangli

Serta berbagai aktivitas lainnya yang ada di Kintamani, Bangli dan bahkan di Bali yang dirangkum dalam situasi dan kebutuhan dari wisatawan. Sedangkan aktivitas kuliner disajikan diakhir kegiatan penikmatan seni dan budaya. Kegiatan ini disajikan di restoran apung (Resto apung) yang terdiri dari 3 masa bangunan diatas rakit dengan ukuran yang relatif lebih besar dibandingkan dengan rakit pesiar.

Wisatawan boleh memesan dalam satu restoran sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang disepakati. Semua makanan di kerjakan di daratan dengan pertimbangan aspek hygenis lingkungan. Penyajian makanan semua disiapkan di resto apung sesuai dengan paket dan stil hidangan yang dipesan. Setelah seluruh aktivitas di resto apung berakhir, baru wisatawan diberikan buku sebagai cendera mata, yang berisikan seluruh kegiatan yang ada di pertunjukkan ini, tentang Trunyan, sejarah Batur, sejarah Bangli dan keberdaaan serta kesucian Pura di Batur.

Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan ini dilakukan di bagian sisi selatan Danau Batur. Lokasi ini merupakan paduan bentang alam geopark dengan danau Batur seperti gambar 3.

 Lokasi eksisting kawasan yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Tepi Danau di danau Batur adalah kawasan geopark hanya berisi tanaman asli yang tumbuh di sela-sela bebatuan. Tanaman ini relatif rendah dan belum ada penanaman pohon yang dilakukan pemerintah atau lembaga swasta  seperti pada lahan di sisi bagian utaranya.

Pada kondisi seperti ini, diperlukan penataan bentang alam/lansekap yang lebih representatif untuk kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Tepi Danau. Jenis tanaman yang cocok digunakan di kawasan ini antara lain pohon pinus (Cemara Geseng), dan lain-lainnya . Pengaturan tata letak tanaman disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan namun tetap melestarikan bebatuan alami yang ada.

 

A.   Rencana Anggaran Biaya

Biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan atraksi wisata Pagelaran Tepi Danau dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner” adalah sebesar Rp. 3.195.000.000,- (Tiga Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah), dengan rincian sebagai berikut:

Tabel.1

1.    Analisis  Keuangan 

Untuk mengetahui layak tidaknya  rencana investasi Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner” , maka diperlukan analisis kelayakan usaha. Hasil analisis ini akan bermanfaat bagi para pihak yang berkepentingan dengan rencana kegiatan tersebut. Dalam menganalisis kelayakan ini  diperlukan beberapa instrumen.

2.    Rencana Anggaran Biaya Investasi  Aktiva  Tetap

Biaya investasi merupakan biaya tetap (fixed cost) yang dikeluarkan untuk membiayai Rencana   investasi   Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner” yang jumlahnya mencapai    Rp 3.195.000.000,00  . Jumlah  dana tersebut dipergunakan untuk membiayai pembangunan jogging track, ruang pentas seni budaya, rakit pesiar, resto apung dan mekanikal elektrikal. Penilaian Rencana   investasi   Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur  dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner”  dilaksanakan dalam kurun waktu selama 10 (sepuluh) tahun.

 3.    Rencana Anggaran Biaya  Operasional

Biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan setelah investasi   tersebut menghasilkan. Rencana anggaran biaya operasional 22% dari pendapatan yang diperoleh. Komponen biaya operasional dalam Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur sebagian besar untuk biaya tenaga kerja. Biaya operasional per tahun sebesar  Rp 479.250.000,00

4.    Proyeksi Penerimaan per Tahun

Sumber pendapatan pada Rencana   investasi   Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner”. berasal dari penjualan tiket pagelaran tersebut yang besarnya Rp 7.000,00 per orang. Rincian rencana penerimaan dan biaya operasional selama periode penilaian adalah sebagai berikut.

 

Tabel .2
Tabel Proyeksi Pendapatan dan Biaya Operasional 

Tahun

Pendapatan

Biaya Operasional

1

2.152.916.808,00

        908.750.000,00

2

2.260.562.648,40

        954.187.500,00

3

2.373.590.780,82

     1.001.896.875,00

4

2.492.270.319,86

     1.051.991.718,75

5

2.616.883.835,85

     1.104.591.304,69

6

2.747.728.027,65

     1.159.820.869,92

7

2.885.114.429,03

     1.217.811.913,42

8

3.029.370.150,48

     1.278.702.509,09

9

3.180.838.658,00

     1.342.637.634,54

10

3.339.880.590,90

     1.409.769.516,27

 Sumber : Hasil Analisis

Proyeksi pendapatan diatas didasarkan atas   rata-rata per tahun jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Danau Batur ( berdasarkan data dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Bangli per September 2013), dimana diproyeksikan 60% wisatawan tersebut menyaksikan pagelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur  dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner” 

 5.    Proyeksi Aliran Kas

Sumber pendapatan pada Rencana   investasi   Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner”. berasal dari penjualan tiket pagelaran tersebut yang harganya Rp 7.000,00 per orang dengan jumlah wisatawan yang menyaksikan pagelaran tersebut diproyeksikan sebanyak  307.560 orang berdasarkan rata-rata kunjungan sebelumnya. Sedangkan pengeluaran kas terdiri dari pengeluaran untuk investasi , pengeluaran biaya operasional, pengeluaran untuk membayar bunga pinjaman dan pajak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini.

 

 Tabel.3
Tabel Proyeksi Aliran Kas Per Tahun Selama 10 (Sepuluh) Tahun

 

 

No

 

 

Penerimaan

Pengeluaran Kas

Biaya Operasional

Biaya Bunga

Pajak

Penyusutan

1

2.152.916.808

908.750.000

351.450.000

223.179.202

 

319.500.000

2

2.260.562.648

954.187.500

351.450.000

238.731.287

 

319.500.000

3

2.373.590.781

1.001.896.875

351.450.000

255.060.976

 

319.500.000

4

2.492.270.320

1.051.991.719

351.450.000

272.207.150

 

319.500.000

5

2.616.883.836

1.104.591.305

351.450.000

290.210.633

 

319.500.000

6

2.747.728.028

1.159.820.870

351.450.000

309.114.289

 

319.500.000

7

2.885.114.429

1.217.811.913

351.450.000

328.963.129

 

319.500.000

8

3.029.370.150

1.278.702.509

351.450.000

349.804.410

 

319.500.000

9

3.180.838.658

1.342.637.635

351.450.000

371.687.756

 

319.500.000

10

3.339.880.591

1.409.769.516

351.450.000

394.665.269

 

319.500.000

Sumber : Hasil Analisis

 

6.    Analisis Kelayakan Investasi

Dari proyeksi aliran kas bersih dapat dilakukan perhitungan Pay Back Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan  Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio).Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rencana investasi Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner”. merupakan usaha yang menguntungkan karena pada tingkat suku bunga 11% per tahun, diperolah NPV positif,  IRR lebih besar dari tingkat suku bunga, B/C ratio lebih besar dari 1 (satu) dan Payback period lebih pendek dari jangka waktu penilaian investasi (perhitungan ada di lampiran). Untuk lebih jelsanya hasil perhitungannya disajikan pada table  di bawah ini.

 Tabel 4
Analisis Kelayakan Investasi

Kriteria

Penilaian

Hasil perhitungan

Patokan

Keterangan

Payback period

4  tahun 4 bulan

< 10 tahun (umur eko.)

Layak

Net present value

Rp  4.142.883.054,33

> 0

Layak

Internal rate of return

34,21%

> 11%

Layak

Benefit Cost ratio (B/C)

1,76

> 1

Layak

Sumber : Hasil Analisis

           

7.    Return on Invesment (ROI)        

Return on Invesment menunjukkan kemampuan investasi yang telah ditanamkan untuk menghasilkan laba atau dapat juga dikatakan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan investasi yang ditanamkan. Dari hasil perhitungan   diperoleh ROI sebesar 20,96% artinya setiap Rp 100 investasi yang ditanamkan mampu menghasilkan laba sebesar Rp 20,96.

 

8.    Analisis Sensitivitas

Kelayakan usaha sangat ditentukan oleh asumsi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Apabila asumsi ini tidak berlaku lagi baik ketika ada perubahan dalam penerimaan maupun dalam pengeluaran, maka usaha yang tadinya layak dapat berubah menjadi tidak layak dan sebaliknya. Untuk itu diperlukan analisis sensitivitas untuk menguji seberapa jauh usaha yang dilaksanakan masih layak kalau terjadi  perubahan harga input maupun output. Analisis sensitivitas yang dilakukan dengan menggunakan 2 skenario yaitu

 

  • Skenario I (pesimis)

Pendapatan mengalami penurunan sebesar 10%, sedangkan  biaya operasional tetap. Penurunan pendapatan dapat terjadi karena penurunan jumlah kunjungan wisatawan sehingga wisatawan yang menyaksikan pagelaran tersebut menurun. Penurunan pendapatan sebesar 10% tidak akan berpengaruh terhadap kelayakan investasi tersebut karena kriteria penilaian investasinya masih berada diatas patokan. Artinya  NPV masih positif,  IRR lebih besar dari tingkat suku bunga, B/C ratio lebih besar dari 1 (satu) dan Payback period lebih pendek dari jangka waktu penilaian investasi

  • Skenario II (optimis)

Biaya operasional mengalami kenaikan sebesar 15%, sedangkan pendapatan dianggap tetap. Kenaikan biaya operasional dapat terjadi karena biaya untuk melaksanakan pagelaran meningkat. Kenaikan biaya sebesar 15% tidak akan berpengaruh terhadap penilaian investasi karena rencana investasi Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner masih tetap layak untuk dilaksanakan.


9.   
Break Even Point

Break Even Pointinvestasi Kegiatan Pegelaran Seni dan Budaya Tepi Danau Batur dengan konsep berbasis “Budaya dan Kuliner” terjadi pada jumlah pendapatan  sebesar Rp 1.291.657.754  atau pada jumlah wisatawan yang menyaksikan atraksi ini sebanyak  184.522,54 orang atau untuk mencapai posisi break even point hanya diperlukan jumlah wisatawan yang menyaksikan atraksi ini sebesar 59% dari jumlah proyeksi rata-rata sekarang (307.560 orang).